SELAMAT DATANG BERKUNJUNG DI BLOG " YEWOPO WEDAUMA"
Type Here to Get Search Results !

DISKUSI BEBAS TENTANG RASISME DIATAS TANAH PAPUA DI ASRAMA KAMASAR IV MAKASSAR


selagi anak muda harus tukar pikiran itu pengtin .

By . maipai enago

Seorang sekertaris AMPTPI cabang makassar bernam Yakubus Tagi mengatakan dengan tegas bahwa, Undang -undang Dasar (UUD) Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) namun arti dari bineka tunggal ika bahwa negara Indonesia kami berbeda -beda tetapi tetap satu yaitu satu bangsa, satu negara, satu dasar yaitu negara Indonesia tetapi kenapa sampai kulit melayu yang ada internal Negara Indonesia selalu mengedepankan tentang rasisme ini. “Tegasnya”
Ketua asrama kamasas IV Makassar mengatakan dengan nada yg geras, pada saat diskusi bebas di kamasan IV Makassar yaitu, kawan - kawan mereka yang berada external indonesia sedang panas diatas masalah kami maka kawan marilah kita bikin api sama - sama di honai atau hamewa yang ada di kota studi Makassar ini.

Ketua AMPTPI Sulawesi Selatan di Makassar bernama Jenis Tabuni mengatakan kepada kami bahwa kawan - kawan negara melayu ke diatas tanah papua itu bukan mereka berjuang untuk menyelamatkan manusia dana alam Papua tetapi mereka berjuang demi untuk menhina, memerkosa,menindas, dll. namun dulu pun ada sejarahnya bahwa dulu kulit melayu yg ada di seluruh dunia pun perna di jajah kulit hitam yg ada di seluruh dunia.
Lanjut dia, Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) tidak sesuai dengan undang – undang yang ada maka kami bangsa west papua ingin bebas dari kaum kapitalisme indonesia.”Tegasnya”
Seorang Mahasiswa papua bernama Hans Degei Badang pengurus  ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Paniai Nabire, Dogiyai, deiyai, dan Intan Jaya (IPMAPANDODEI) dikota studi makasar mengatakan pada saat diskusi bebas bahwa berdasarkan presiden Sukarno didepanBPUPKI dan PPKI pada tanggal 11 juli 1945
di jakarta barat yaitu negara Indonesia adalah milik kulit putih yaitu sabang atau ace sampai amboina atau maluku, bangsa malanesia adalah diluar dari negara Indonesia atau ris. Namun bangsa malanesia (papua) biarlah mereka dari belakang menentukan nasib sendiri kata sukarno pada saat itu.

Seorang Mahasiswa papua di Makassar bernam Elias Degei mengatakan bahwa dari pada selalu kami ditindas, dibunu, dianiaya dari negara Indonesia tampa mengetahui yang pemeliknya, bilah perlu setiap individualisme khususnya bagi kita bangsa west papua terutama pejabat pemerinta maupun pejabat legislative kasih kembalikan SK supaya kami menentukan nasib sendiri. “Tegasnya”

Seorang Mahasiswa papua dimakassar bernama Andi Tamai mengatakan dengan tegas pada saat itu, kebenaran dan keadilan itu, jangan pantang menyerah tapi marilah kita bersatu menyelamatkan manusia dan alam papua kawan. “ kata dia)”

Lanut dia, kawan-kawan waspadalah terhadap musuh dalam selimut, karena dipana oleh kawan dalam selimut itu siapapun dia tidak mungkin mengetahui, biar kita pake modus atau metode apapuan. “Harapnya”

Kata Tamai, kawan -kawan kita harus waspada terhadap kawan dalam selimut. maka dengan itu, saya menyatakan kepadamu kawan -kawan, bahwa paspadalah kawin dengan ras melayu karena sedikit lagi ras kita hampir habis sebab teman -teman kita kebanyakan orang orang yang kawin dengan melayu dan kawan jangan dekat dengan mereka yang kawin silan karena jangan –jangan sampe kita juga terpirus sama mereka itu tidak baik. Kawan –kawan, kami bersukur karena yg punya dia berikan kami kulit hitam namun kulit hitam itu berharga kawan-kawan .”Harap.

Seorang Mahasiswa papua di Makassar bernama Jhon Tabuni mengatakan kepada kami yang hadir pada saat itu bahwa, kawan – kawan seperjuangan realita yang perna terjadi diatas tanah papua yaitu kaka-kaka yang perna selesai di enternal Indonesia, mereka  tiba di dunia kerja itu ideology mereka sudah hilang karena disana itu bukan manusia yang mengatur system tapi sistem yang mengatur manusia.

Lanjut dia, Namun  pada  saat mereka berada dalam perkulian itu pun mereka juga biasa seperti kami sekarang ini. Oleh karena itu, kawan-kawan jangan – jangan sampe kami juga seperti mereka tidak baik maka marilah kawan – kawan kita menciptakan system baru melalui solidaritas kami untuk melawan sistem yang ada yaitu sistem klonia Indonesia punya. “Harapnya”
Seorang putrid malanesia  papua dimakassar bernama Hendrika Bunai mengatang pada tahun  koronologis terjadi  di kabupaten  paniai  penembakan 4 siswa  dari  SMA  YPPGI yang tembak oleh ,TNI POLRI   satu tahun kemudiang  TNI POLRI  datang  kesekolah SMA YPPGI  untuk mengajar di sekolah tersebut itu maka, Negara idonesia ini tidak tahu malu karna tahun yang kemarin dapat tembak oleh  mala mengajar sma .Negara  Indonesia ini tikadak hadil
Sebagai kesimpulan adalah bersatu menyelamatkan manusia dan alam semesta alam yang ada di atas tanah papua melalui solidaritas kami  kawan- kawan.

SLAM SATU TUNGGU  DALAM SATU HONAI ATAU  yamewa


 Pada tanggal 1 mey 2018 diskusi lepas 
tempat asrama kamasan cendrawasi













Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.