BERHARAP KEPADA PEMERINTAH PANIAI DAN RATA RATA MASA KONTRAKN HABIS MAHASISWA/I PANIAI KOTA STUDI SEINDONESI
![]() |
| fotogerafi :mahasiswa paniai seindonesia usir dari kontrakan |
IKATAN PELAJAR MAHASISWA/I PANIAI KOTA STUDI SEINDONESI BERHARAP KEPADA PEMERINTAH PANIAI
Ikatan Pelajar Mahasiswa/I paniai kota studi se Indonesia berharap banyak kepada Pemerintah Kabupaten Paniai dalam hal tidak Memberikan Dana Pendidikan Kepada Mahasiswa asal Paniai beberapa Kota Study sesulawesi ,sejawabali sumater , dan juga sepapua , maka detik ini pun juga sedang terhambur. Karena pemerintah kabupaten paniai lambat datang ke setiap kota studi seindonesia. Hal ini selaku ketua ketua forum maupun ikatan IPMAPAN mengatakan melalui telepon kepada dinas terkait, kami sebagai mahasiawa tidak terima karna asala bahwa besok lusa terus sampai saat ini maka dengan itu ,kami menun tutud kepada kepala dinas sosial .
Saya sebagai selaku sekretaris IPMAPAN paniai kota studi Makassar sangat merasa tak senan atas terlambat kedatangan pemerintah kabupaten Paniai. Sebab karena kami diusir dari kontrakan sampai saat ini sekitar 2 bulan lewat,setiap badan pengurus menyataka bahwa sampai saat ini pemerintah kabupaten Paniai lebih kusus Dinas social belum memberikan dana bantuan tugas akhir,dan pemondohkan .kami mahasiswa/i selalu berupa sms, telepon, kepada dinas terkait tapi menjadi asalan bagi dinas terkait bahwa belum ada pelantikan bupati baru ,maka dengan itu kami sebagai mahasiswa intelektual ,jangan maiankan kami mahasiswa . dana APBDN ini tidak campur bahu dengan bupati baru jadi tahun ini,masih lama punya program keraya jadi ya dan tidak harus cairkan setiap kota studi seindonesia.
Bantuan dana pendidikan dari Kabupaten Paniai telah ada dan langsung nikmati oleh kepala Dinas serta jajarannya . Mengapa? Karena setiap Kali SMS Maupun imbos Sampai Hari ini janji Palsu munafik ,pada kami mahasiswa asal Paniai itu sendiri. Dana tersebut terprogramkan pemerintah setempat dengan tujuan Sumber Daya Manusia (SDM,dan membantu krisis ekonomi lokal dalam dunia pendidikan. Tiga sumber dana yakni Dana tugas akhir (TA) dan dana pemondokan membagikan dalam satu kali menjalankan dalam setahun.
Biasanya dana tersebut itu ,Pada bulan Mei lalu dana pendidikan tersebut telah merealisasikan ke setiap masing – masing kota study se- Indonesia . Sampai saat ini, sebanyak mahasiswa suku MEE asal Paniai setiap kota stduy se - indonesia yang menyalami krisis tak mendapatkan bantuan dana pendidikan di mrealisasikan dari Kabupaten paniai pada tahun 2018, Kata dia”.
Akibatnya, setiap kota studi Se Indonesia mengalami pemilik kontrakan mengusir ikatan pelajar mahasiswa punya tempat tinggalnya. Karena masa kontrak rata rata telah habis.
![]() |
| foto keluar dari kontrakan gorantaro |
Kami menyesal dengan perilaku kebijakan koordinator lapangan sekaligus bendahara sosial pembagian dana Pendidikan dalam ketidakadilan pembagiannya. Hak – hak yang kami bisa miliki tidak mendapatkan. Apakah membangun kejujuruan atau membangun keadilan itu seperti begitu.
Kami mahasiswa pqniai kota studi Makassar mengatakan dengan tegas dan memutuskan beberapa tuntutan pernyataan sikap :
Hak hidup,hak makan , hak minum, dan hak memiliki tempat tinggal tidak ada orang yang menggangunya.Kami tak pernah belajar politik makastop mengajari politik biadap. Politik biadap adalah membangun ketidak senang antara hubungan alumnus, senioritas dan junioritas mencapai konflik horizontal.
Kami ingin membangun Papua khususnya Kabupaten Paniai dengan Zona damai.maka semua intelektual yang ada di bumi Papua khususnya kab. Paniai memberikan,mengarakan.kami arah yang lebih baik pula.
Seorang intelektual jangan jadi aktor mencari masalah dalam segala hal. Semoga orang tua kami di kampung hal aman tidak mendapatkan kebodohan, kemunafikan dan ketertindasan sama seperti saat ini sedang kami penindasan, dari dinas social kabuapaten paniai terhadap mahasiswa paniai yang ada internal papua maupun eksternal papua, Tegasnya”.
Mahasiswa Paniai yang sedang mengenyam Pendidikan Tinggal di sePapua maupun Se Indonesia sedang menunggu kedatangan Pemerintah Kabupaten Paniai khusus Dinas Sosial. Karena Mahasiswa menilai Pemda Kabupaten Paniai sangat terlambat sekali pada hal danah tersebut itu sdh alokasikan dari tiga bulan lalu, tapi sampai hari tidak ada kabar .
Kami mahasiswa asal paniai kecewa dengan dinas sosial kabupaten paniai mengalokasikan dana pendidikan atau dana studi akhir serta uang pemondohkan .
kabupaten lain itu sudah bagikan sedangkan kabupaten paniai krisis biaya penghinapan (tempat tinggal), biaya pendidikan dan lainnya. Se mahasiswa /I asal paniai diKota Studi yang tinggal di Kontrakan telah dikeluarkan dari kontrakannya. Dengan masalah utamanya adalah telah berakhir masa kontrakannya (belum bayar),
Maka Mahasiswa Paniai Se-Indonesia pertanyakan “Dimanakan Pemda Paniai (Dinas Sosial) sebagai Orang Tua kami”, itu kata mereka (Mahasiswa Paniai Se Indonesia), dengan penuh tangisan kesedihan agar Pemda setepatnya kami badan pengurus selalu repon ke Dinas sosial tapi tanggapan dari pemda paniai adalah janji palsu.
Dengan melihat hal ini Mahasiswa pertanyakan dimanakah titik berat persoalannya sehingga Pemda lambat menyerahkan dana Pendidikan kepada Mahasiswa Paniai disetiap Kota studi yang ada. Mahasiswa Paniai se Indonesia penuh berharap agar dana segera dicairkan secara langsung (chas) atau Pemda Paniai turun dikota Studinya masing-masing.
Pemda Paniai Berikan Janji Palsu, Mahasiswa Paniai di Mengungsi dari konterakan
![]() |
| foto mahasiswa dari manado |
Anton Gobay menjelaskan kontrakan mahasiswa Paniai yang terletak di lingkungan Kleak, Malalayang itu telah habis masa kontrakan. Pemilik kontrakan mengharuskan penghuni meninggalkan kontrakan tersebut.
“Jauh-jauh hari sebelumnya, saya sudah hubungi pemerintah daerah yakni, Pemda Paniai, namun tinggal membuang janji-janji palsu dari tempat, seihngga kami seluruh mahasiswa Paniai, Manado di Sulawesi Utara sudah dikeluarkan dari Kontrakan kami,” katanya kepada awak media saat diwawancara
Sementara itu, seperti yang dikatan pemilik kontrakan bahwa dirinya tidak peduli bagaimana komunikasi yang dibangun mahasiswa dan pemerintah daerah setempat sebab dirinya telah memberikan toleransi waktu selama satu minggu.“Saya tidak peduli lagi, bagaimana komunikasi kalian dengan pemerintah. Intinya dibayar, tidak berarti angkat kaki,” kata pemilik kontrakan yang diteruskan oleh Anton.Kemudian kondisi mahasiswa Papua asal Paniai di Manado saat ini sedang mengungsi milik kontrakan .
SOLUSI
kawan kawan kita sebagai mahasiswa harus aksi besaran di kabupaten paniai dan aktivitas dinas semua mogok selama satu minggu , baru ada tanggapi atau tidak ,kawan kita harus satukan komando satu tujuan untuk menbangun wesel meren paniai .sekian dan termikasi
warta :Elias Degei
aditor :Admin





SELAMAT KOMENTAR