![]() |
| Fotogerafi ambil di facebook |
Rakyat West Papua yang terhormat,
Saya dan rakyat saya lumpuhkan kota Jayapura, Manokwari, Sorong, Kaimana. Di Jayapura kami menuju dan duduki kantor Gubernur Papua dan Papua Barat bukan untuk mencari secuil harga diri dan martabat kami dalam kekuasaan NKRI. Karena kami tahu hal itu tidak akan pernah kami dapatkan di dalam NKRI.
Tujuan kami kesana adalah untuk mengajak Gubernur, DPRP, MRP, dan semuanya untuk bergerak keluar bersama rakyat Papua untuk menentukan nasip sendiri melalui referendum untuk kemerdekaan. Sebab hanya kemerdekaan yang mampu menempatkan harkat dan martabat bangsa Papua sejajar dengan bangsa-bangsa lain dunia.
Penghinaan monyet itu bagian kecil dari segala bentuk penginaan struktural di dalam kekuaan penjajah Indonesia. Rakyat elit Papua itu seperti babi yang hanya diberi uang untuk baku rampas sementara kewenangan, kebijakan dan kekhususan dipegang Jakarta. Itu penghinaan.
Hutan habis, tanah2 adat dirampas, kandungan mineral dirampok, rakyat adat digusur. Itu penghinaan. Lalu semua perdasi perdasus ditolak Jakarta itu penghinaan. Persa Miras Gubernur buat tapi TNI/Polri piara dan jadi pebisnis miras yang menyebabkan angka kematian Papua besar. Itu penghinaan.
Bupati Nduga, Gubernur Papua minta tarik operasi militer di Nduga, tapi Jakarta melalu Menhankam bilang "sontoloyo", itu penghinaan. Semua sektir produktif di Papua dikuasai pendatang, itu penghinaan rasial. Jadi kolonialisme sudah dan akan terus menaru harga diri bangsa Papua seperti binatang.
Sikap rakyat Papua sudah jelas disampaikan tokoh adat, agama, pemuda, perempuan, Mahasiswa dan okp-okp, bahwa rakyat Papua ingin referendum untuk kemerdekaan. Bukan lain. Bukan maaf memaaf dalam kerangka NKRI.
Kami sampaikan tegas kemarin agar kademisi dan Gubernur dan elit-elit Papua berhenti gunakan isu perjuangan kemerdekaan Papua untuk tawar menawar Otsus Plus. Karena tidak ada masa depan Papua dalam NKRI. Karena Otsus sudah gagal dan digagalkan oleh Indonesia sendiri.
Gubernur, DPRP, MRP katakan teebuka bahwa 2021 Otsus habis dan kembalikan kepada rakyat Papua untuk menentukan. Dan itu sesuai dengan yang tertuang dalam UU Otsus Papua.
Saya sampaikan kepada rakyat West Papua, ini adalah musyawarah rakyat. Siapkan diri anda dengan satu sikap, suara dan tujuan menuju cita-cita kemerekaan demi harkat dan martabat kita.
Hidup rakyat Pejuang
Warta :Victor Yeimo
Editor :Admin


SELAMAT KOMENTAR